Perkembangan media sosial telah melahirkan fenomena beauty influencer yang berperan penting dalam membentuk persepsi masyarakat tentang kecantikan salah satunya @nadyabels dengan konten khas “I Can Fix That” yang menampilkan solusi atas permasalahan wajah melalui platform tiktok. Kekhasan konten @nadyabels terletak pada penggunaan sound “I Can Fix That” dengan gaya penyampaian berbisik yang menciptakan kesan personal, didukung format visual yang minim narasi konten @nadyabels berperan signifikan dalam membentuk persepsi followers mengenai tata cara penggunaan makeup dengan menanamkan keyakinan bahwa setiap permasalahan kecantikan wajah dapat diatasi melalui teknik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi personal branding @nadyabels, memahami peran konten “I Can Fix That” dalam membentuk persepsi followers tentang tata cara penggunaan makeup, dan mengungkap dinamika interaksionisme simbolik yang terjadi antara @nadyabels dan followers. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif penelitian ini menganalisis konten berdasarkan teori personal branding Peter Montoya dan interaksionisme simbolik George Herbert Mead. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima informan followers aktif @nadyabels dan observasi konten tiktok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding @nadyabels mengimplementasikan delapan konsep Peter Montoya secara baik dengan permasalahan wajah terlebih dahulu kemudian menawarkan solusi.
Copyrights © 2026