Background: Kepemimpinan sosial merupakan kompetensi penting abad ke-21 sebagaimana ditekankan oleh UNESCO, yang berperan dalam membentuk generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga peduli terhadap transformasi sosial. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kepemimpinan sosial melalui nilai-nilai keislaman dan pengalaman langsung di masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang. Informan terdiri dari santri, pengurus program, dan pengasuh pesantren yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil: Program pengabdian masyarakat berbasis penempatan daerah pelosok meningkatkan kemampuan mobilisasi dan interaksi sosial santri, sekaligus menumbuhkan nilai kepemimpinan seperti inisiatif, tanggung jawab, serta kepekaan sosial. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan sosial yang berbasis spiritualitas Islam, sekaligus mempertegas pesantren sebagai pusat pendidikan karakter yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Copyrights © 2026