Kota Denpasar memiliki potensi budaya yang kuat, namun tantangan globalisasi dan perubahan pola interaksi generasi muda terhadap budaya lokal menyebabkan perlunya ruang edukasi budaya yang lebih kontekstual dan simbolis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan konsep arsitektur simbolik dalam perancangan Galeri Budaya di Kota Denpasar untuk memperkuat identitas lokal melalui bentuk, orientasi, dan elemen budaya Bali yang memiliki makna filosofis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur mengenai simbolisme arsitektural, kosmologi Bali, serta standar perancangan galeri budaya. Selain itu, dilakukan analisis studi preseden untuk memahami penerapan konsep serupa pada bangunan galeri sejenis di berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan simbol budaya dalam bentuk massa, motif, orientasi ruang berdasarkan konsep kaja kelod dan sanga mandala, serta integrasi narasi visual mampu menciptakan ruang pamer yang komunikatif, imersif, dan bermakna. Penerapan arsitektur simbolik terbukti tidak hanya memperkuat identitas visual bangunan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan emosional dan pemahaman pengunjung terhadap nilai budaya Bali. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar perancangan galeri budaya yang mampu menjembatani tradisi, teknologi, dan kebutuhan ruang modern secara berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Copyrights © 2025