Ibrahim Tohar
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Penerapan Konsep Arsitektur Simbolik dalam Perancangan Galeri Budaya di Kota Denpasar Andru Aldino; Ibrahim Tohar; Joko Santoso
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.149

Abstract

Kota Denpasar memiliki potensi budaya yang kuat, namun tantangan globalisasi dan perubahan pola interaksi generasi muda terhadap budaya lokal menyebabkan perlunya ruang edukasi budaya yang lebih kontekstual dan simbolis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan konsep arsitektur simbolik dalam perancangan Galeri Budaya di Kota Denpasar untuk memperkuat identitas lokal melalui bentuk, orientasi, dan elemen budaya Bali yang memiliki makna filosofis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur mengenai simbolisme arsitektural, kosmologi Bali, serta standar perancangan galeri budaya. Selain itu, dilakukan analisis studi preseden untuk memahami penerapan konsep serupa pada bangunan galeri sejenis di berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan simbol budaya dalam bentuk massa, motif, orientasi ruang berdasarkan konsep kaja kelod dan sanga mandala, serta integrasi narasi visual mampu menciptakan ruang pamer yang komunikatif, imersif, dan bermakna. Penerapan arsitektur simbolik terbukti tidak hanya memperkuat identitas visual bangunan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan emosional dan pemahaman pengunjung terhadap nilai budaya Bali. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar perancangan galeri budaya yang mampu menjembatani tradisi, teknologi, dan kebutuhan ruang modern secara berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Identifikasi Pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai Wisata Edukasi di Kabupaten Bojonegoro Riadi; Ibrahim Tohar; Rahman Hakim
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.151

Abstract

Kawasan Petroleum Geoheritage Teksas Wonocolo di Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi geologi, sejarah industri minyak tradisional, serta nilai edukatif yang tinggi dan unik di Indonesia. Keberadaan sumur minyak tradisional yang masih beroperasi secara manual, temuan fosil fauna purba, serta lanskap geologi yang khas menjadikan kawasan ini layak dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis geoheritage. Namun demikian, pemanfaatan potensi kawasan tersebut masih belum optimal, terutama terkait keterbatasan fasilitas edukasi, kurangnya media interpretasi geologi, penataan ruang dan sistem sirkulasi yang belum terstruktur, serta pengelolaan kawasan yang belum terintegrasi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi besar kawasan dan tingkat pemanfaatan aktual, sehingga diperlukan arah pengembangan yang terencana dan berbasis kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan studi arah pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai wisata edukasi di Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan masyarakat, studi literatur, serta dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan lima aspek kajian, yaitu kondisi eksisting kawasan, aksesibilitas, fasilitas dan sarana wisata, aktivitas dan kebutuhan pengunjung, serta regulasi kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis geoheritage yang mendukung pelestarian warisan geologi, peningkatan literasi geosains, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Namun, pengembangan kawasan memerlukan peningkatan kualitas fasilitas edukasi, penataan sistem sirkulasi dan aksesibilitas, pengembangan jalur wisata tematik dan ruang interpretasi, serta penguatan sistem pengelolaan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Arah pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan perancangan kawasan pada tahap selanjutnya, serta mendukung pengembangan Petroleum Geoheritage Teksas Wonocolo sebagai destinasi wisata edukasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpotensi menuju pengakuan sebagai kawasan geopark berstandar internasional.