Media sosial telah menjadi ruang digital yang dominan dalam kehidupan remaja, khususnya dalam proses pembentukan identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam pembentukan identitas diri remaja, mengidentifikasi faktor-faktor yang memediasi dan memoderasi hubungan tersebut, serta memetakan kesenjangan penelitian yang masih ada dalam literatur terkait. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada panduan PRISMA 2020. Dari 309 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 12 artikel memenuhi seluruh kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan sebagai arena eksplorasi dan konstruksi identitas remaja melalui mekanisme self-presentation, perbandingan sosial, imitasi figur panutan, dan interaksi dengan audiens daring. Faktor mediator dan moderator yang teridentifikasi meliputi intensitas penggunaan, kualitas keterlibatan, nilai keagamaan, serta dukungan lingkungan sosial. Dampak yang ditimbulkan bersifat ganda, yakni memfasilitasi ekspresi diri yang autentik sekaligus berpotensi menimbulkan distorsi self-image dan kecemasan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial yang bijak dan terarah, didukung oleh literasi digital yang kuat, menjadi kunci bagi pembentukan identitas remaja yang sehat di era digital.
Copyrights © 2026