Industri tembakau di Indonesia merupakan industri yang berada di bawah peraturan dan pengawasan yang sangat ketat. Saat ini, industri tersebut sedang mengalami tantangan besar yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam kepada praktisi industri untuk keperluan manajemen bisnis yang bertanggung jawab dan untuk membantu pemangku kebijakan agar lebih bijak dalam menyusun aturan terkait kesehatan masyarakat dan juga keberlanjutan ekonomi di sektor industri tembakau. Penelitian ini menguji delapan variabel yang mungkin dapat mempengaruhi niat pembelian konsumen seperti faktor budaya, sosial, pribadi, psikologi, serta rangsangan pemasaran seperti produk, tempat, harga dan promosi. Dalam mengevaluasi kedelapan faktor tersebut untuk memprediksi niat pembelian, peneliti melakukan survei kepada 236 sampel responden kemudian melakukan analisa data menggunakan PLS-SEM model. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tujuh dari delapan faktor secara statistik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat pembelian kecuali faktor budaya. Variabel dengan pengaruh terkuat adalah pribadi (koefisien 0.183) diikuti tempat (koefisien 0.181), sosial (koefisien 0.175) dan promosi (koefisien 0.157).
Copyrights © 2026