Abstract This article discusses the importance of eco-pastoral awareness in the family context as an effort to address the increasingly urgent environmental crisis. Phenomena such as littering, deforestation, and water pollution reflect the low level of human ecological awareness, which not only damages the environment but also threatens the survival of future generations. Eco-pastoral, which integrates spiritual teachings with ecological responsibility, offers a strategic approach to building harmony between humans and nature. This study employs a qualitative method involving interviews, observations, and documentation to explore the role of families as the smallest social unit in instilling environmental preservation values. The findings indicate that families play a significant role in fostering eco-pastoral awareness through internal education and environmentally friendly practices, such as waste recycling and reducing plastic use. Moreover, the church, as a moral and spiritual institution, can contribute by educating congregations, promoting sustainable lifestyles, and integrating environmental issues into pastoral programs. This article recommends collaboration among families, churches, and communities to enhance collective awareness, encourage concrete actions, and drive cultural change toward environmental sustainability. Thus, ecological responsibility becomes an integral part of faith-based living and societal sustainability. Keywords : Eco-pastoral, ecological awareness, environmental preservation ABSTRAK Artikel ini membahas pentingnya kesadaran ekopastoral dalam konteks keluarga sebagai upaya mengatasi krisis lingkungan yang semakin mendesak. Fenomena seperti pembuangan sampah sembarangan, penggundulan hutan, dan pencemaran air mencerminkan rendahnya kesadaran ekologis manusia, yang tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengancam kelangsungan hidup generasi mendatang. Eko-pastoral, yang mengintegrasikan ajaran spiritual dengan tanggung jawab ekologis, menawarkan pendekatan strategis untuk membangun harmoni antara manusia dan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengeksplorasi peran keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran signifikan dalam menciptakan kesadaran ekopastoral melalui pendidikan internal dan praktik ramah lingkungan, seperti daur ulang sampah dan pengurangan penggunaan plastik. Selain itu, gereja sebagai institusi moral dan spiritual dapat berkontribusi dengan mengedukasi jemaat, mempromosikan gaya hidup berkelanjutan, serta mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam program pastoral. Artikel ini merekomendasikan kolaborasi antara keluarga, gereja, dan komunitas untuk meningkatkan kesadaran kolektif, mendorong tindakan nyata, dan menciptakan perubahan budaya menuju keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, tanggung jawab ekologis menjadi bagian integral dari kehidupan beriman dan keberlanjutan masyarakat. Kata Kunci : Ekopastoral, kedasaran ekologis, pelesatarian lingkungan
Copyrights © 2025