Penelitian ini menelaah kembali relevansi argumen-argumen klasik tentang eksistensi Tuhan, seperti argumen ontologis Anselmus dan Lima Jalan Aquinas, dalam konteks postmodern yang ditandai oleh relativisme kebenaran, keberagaman budaya, serta kecenderungan skeptis terhadap klaim metafisik yang absolut. Dengan merenungkan kembali dasar-dasar rasional yang mendasari pemikiran kedua tokoh ini, studi ini menunjukkan bahwa gagasan-gagasan tradisional bukan hanya bersifat historis, melainkan juga memiliki daya tembus yang signifikan dalam menjawab tantangan teologis modern, terutama kritik dari ateisme baru dan paradigma penolakan terhadap kebenaran objektif yang kini marak dalam ranah akademik maupun publik. Melalui pendekatan analitis mendalam dan perbandingan teks-teks kunci dari kedua tokoh, penelitian ini mengungkapkan bahwa argumen-argumen klasik mampu menjadi fondasi filosofis yang kaya dan dinamis dalam memperkuat teologi kontemporer. Temuan kajian menunjukkan bahwa re-interpretasi dan pembaruan bukti-bukti tersebut tidak hanya memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teologi alamiah dalam era postmodern, tetapi juga memperkuat ruang dialog antaragama dan menyediakan kerangka rasional yang kokoh untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial dalam masyarakat yang pluralistik dan kritis saat ini.
Copyrights © 2025