Era Society 5.0 menuntut pendidikan Islam untuk mampu beradaptasi dengan transformasi digital, big data, dan kecerdasan buatan. Tantangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga epistemologis, mengingat adanya problem dikotomi ilmu, lemahnya integrasi antara ilmu agama dan modern, serta krisis relevansi pemikiran klasik terhadap kebutuhan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep epistemologi Islam perspektif Al-Ghazali dalam kitab Al-Munqidz min al-Dlalal dan menganalisis relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam di era Society 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif jenis studi pustaka (library research) dengan teknik analisis konten terhadap teks utama Al-Ghazali dan literatur akademik terbitan lima tahun terakhir. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa epistemologi Al-Ghazali menempatkan sinergi antara akal, pengalaman empiris, dan wahyu sebagai fondasi utama dalam proses perolehan kebenaran. Konsep ini sangat relevan untuk merespons disrupsi teknologi karena menawarkan kerangka integrasi ilmu yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan karakter spiritual. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi epistemologi Al-Ghazali dalam kurikulum pendidikan Islam modern dapat mengatasi problem dikotomi ilmu melalui model pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi namun tetap berlandaskan nilai-nilai spiritualitas Islam.
Copyrights © 2026