Penelitian ini menyoroti dinamika partisipasi politik perempuan di Indonesia, dengan fokus pada peran organisasi ‘Aisyiyah dalam Pemilu 2024. Di tengah tantangan budaya patriarki dan sistem pemilu yang kompetitif, ‘Aisyiyah hadir sebagai kekuatan moral (moral force) yang menerapkan konsep high politics atau politik nilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ‘Aisyiyah menjaga independensi organisasi namun tetap aktif mendorong keterwakilan perempuan secara substantif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk menelaah landasan teologis dan strategi gerakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan ‘Aisyiyah dilegitimasi oleh dokumen Adabul Mar’ah fil Islam dan Risalah Perempuan Berkemajuan. Strategi konkret yang dilakukan meliputi pendidikan pemilih cerdas, penyelenggaraan Madrasah Politik Perempuan, advokasi regulasi, serta pemantauan inklusivitas TPS bagi kelompok rentan. Kesimpulannya, ‘Aisyiyah berhasil berperan sebagai elemen strategis demokrasi yang menjembatani kesenjangan partisipasi perempuan melalui edukasi dan pengawasan etis tanpa berafiliasi dengan politik praktis.
Copyrights © 2026