Penelitian bertujuan untuk mengkaji penambahan enkapsulasi ekstrak buah parijoto (Medinila speciosa) pada ransum terhadap profil sekum ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. Ternak percobaan yang digunakan ayam broiler unsexed strain Ross umur 8 hari sebanyak 290 ekor dengan bobot badan rata-rata sebesar 196,01±1,12 g. Ekstrak buah parijoto (EBP) dan enkapsulasi ekstrak buah Parijoto (EEBP) sebagai perlakuan. Penelitian didesain dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan meliputi T0 (ayam dipelihara dengan kepadatan normal (10 ekor/m2) tanpa EBP/EEBP), T1 (ayam dipelihara dengan kepadatan tinggi (16 ekor/m2) tanpa EBP/EEBP), T2 (ayam dipelihara dengan kepadatan tinggi (16 ekor/m2) dengan EBP 0,08%) dan T3 (ayam dipelihara dengan kepadatan tinggi (16 ekor/m2) dengan EEBP 0,08%). Parameter yang diukur meliputi total bakteri asam laktat (BAL), pH, total Escherichia coli, produksi SCFA (asetat, propionate dan butirat), total asam, panjang dan bobot relatif sekum. Data dianalisis ragam pada taraf signifikasi 5%, jika berpengaruh dilanjutkan uji Duncan pada taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enkapsulasi ekstrak buah parijoto pada ransum berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap total BAL, pH, total E. coli, total asam dan produksi SCFA, tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap panjang dan bobot relative sekum. Kesimpulan adalah penambahan enkapsulasi ekstrak buah parijoto sebenyak 0,08% (T3) pada ransum dapat meningkatkan total bakteri asam laktat dan produksi SCFA (asetat, propionate dan butirat) serta menurunkan pH, total E. coli dan total asam digesta sekum pada ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan tinggi, meskipun panjang dan bobot relatif sekum sama
Copyrights © 2026