Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besaran gaya yang terjadi pada rem cakram khususnya roda dua, yang bertujuan bagi para pengendara agar lebih mengetahui ketika berkendara. Karena salah satu kasus kematian yang terjadi di Indonesia yaitu karena kecelakaan lalu lintas, moda tranportasi yang banyak mengalami kecelakaan adalah sepeda motor, kejadian tersebut sebagai indikasi bahwa sepeda motor merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas dan penyumbang korban terbanyak. Maka dari itu pengendara harus mengetahui serta memahami betul bagaimana cara nya berkendara, serta mengetahui batas kepecepatan yang ditempuh pada saat melakukan pengereman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yang dilakukan secara langsung untuk pengambilan data. Dalam analisis perhitungan dengan data spesifik ; berat kendaraan 93 kg, berat 2 penumpang 130 kg, Kecepatan awal motor (vo) 80 km/jam sampai Kecepatan akhir motor (vt) 0 km/jam, Jarak pengereman sampai berhenti (s) 50 m, Koefisien gesek pada asbes (μ) 0,31, Diameter kaliper rem (Dkaliper) 32 mm, Perlambatan pada titik kunci sinkron (α’) 0,6 g. Dari data yang ada dapat dilakukan perhitungan agar mendapatkan ; Gaya pada tuas rem (F) 30 N, Diameter Master Rem (Dmaster) 7,5 mm, Gaya pengereman pada daya maksimal (F) 85,3 N, Waktu pengereman (t) 9 detik, Tekanan minyak (Pw) 0,262 N/mm , Momen rem 11,52 N.m, Beban Dinamis (WbD) 549,7 N, Faktor efektivitas rem (FER) 0,31, Energi kinetis (Ek) 5.505,07 kg.m, Perlambatan dalam keadaan darurat (α) 5,88 m/s2, Waktu rem sesungguhnya (te) 3,78 detik, Luas lapisan (ALD) 1.475,895 mm2, Kapasitas energi lapisan (KLD) 0,19 kg.m/(mm2.s), Kapasitas rem 1,81 N.m/(mm2.s). Jika semua sudah diketahui dan dipahami oleh pengendara maka pengendara akan lebih tau kapasitas yang aman dalam berkendara
Copyrights © 2021