Produksi bambu di Indonesia relatif tinggi, namun pemanfaatan daun bambu masih terbatas dan belum bernilai ekonomi, sementara penggunaan kemasan styrofoam terus meningkatkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi produksi dan pemasaran Papercomboo, inovasi kemasan ramah lingkungan berbahan limbah daun bambu sebagai alternatif pengganti kemasan plastik sekali pakai. Metode penelitian meliputi pengolahan daun bambu menjadi pulp kertas serta penerapan strategi pemasaran melalui direct selling dan indirect selling berbasis media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama September–Oktober 2025, Papercomboo mencapai penjualan sebesar 2.190 unit dengan nilai R/C Ratio 1,3, yang mengindikasikan kelayakan usaha secara ekonomi. Strategi pemasaran yang mengkombinasikan promosi langsung dan digital terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar, khususnya pada sektor UMKM kuliner. Papercomboo berpotensi dikembangkan sebagai inovasi kemasan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.
Copyrights © 2025