Kiai Muhammad Soleh bin Umar al-Samarani (Kiai Soleh Darat) merupakan salah satu ulama Nusantara paling berpengaruh pada abad ke-19 yang berperan penting dalam transmisi dan popularisasi keilmuan Islam di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran, kontribusi, dan warisan intelektual Kiai Soleh Darat, khususnya dalam konteks dialektika Islam dan budaya Jawa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan sejarah, penelitian ini menunjukkan bahwa Kiai Soleh Darat tidak hanya berfungsi sebagai penerjemah, tetapi juga sebagai pengarang produktif yang menghadirkan karya-karya orisinal dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon. Karyanya meliputi bidang tafsir, fikih, tasawuf, dan akidah, dengan corak pemikiran yang menekankan harmonisasi antara syariat dan hakikat. Penggunaan aksara Pegon menjadi strategi efektif dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat awam, sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya literasi lokal di tengah tekanan politik dan budaya kolonial Belanda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Kiai Soleh Darat menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan tradisi keilmuan pesantren dan turut membentuk wajah Islam Jawa yang moderat, kontekstual, dan membumi. Kata Kunci: Kiai Soleh Darat; Islam Nusantara; Aksara Pegon; Karya Pegon; Abad ke-19
Copyrights © 2025