Latar Belakang: Salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran (fertilitas). Di tengah angka pemakaian KB di Indonesia yang semakin naik, data SDKI 2017 menyebutkan angka kejadian unmet need juga masih cukup tinggi yakni sebesar 10,6% dibandingkan target nasional 8,3%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian unmet need di Kabupaten Barru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Penentuan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling dimana sampel kasus sebanyak 50 orang dan kontrol sebanyak 100 orang di Kecamatan Barru. Analisis data menggunakan analis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji odds ratio untuk mengetahui besar risiko variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil: Dari delapan variabel yang diteliti, terdapat empat variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need. Hasil penelitian menunjukkan riwayat penggunaan kontrasepsi (OR=2,373), pengetahuan (OR=9,586), dukungan suami (OR=14,571), dan penerimaan informasi KB (OR=3,778) merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Sedangkan, umur, status pekerjaaan, pendidikan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian unmet need adalah riwayat penggunaan kontrasepsi, pengetahuan, dukungan suami, dan penerimaan informasi KB. Sedangkan umur, pendidikan, status pekerjaan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Bagi petugas kesehatan agar sosialisasi maupun pemberian informasi tentang KB dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Barru.
Copyrights © 2024