Rahma Rahma
Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DETERMINAN KEJADIAN UNMET NEED KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN BARRU Miftahul Akram; Masni Masni; Rahma Rahma
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.27978

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran (fertilitas). Di tengah angka pemakaian KB di Indonesia yang semakin naik, data SDKI 2017 menyebutkan angka kejadian unmet need juga masih cukup tinggi yakni sebesar 10,6% dibandingkan target nasional 8,3%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian unmet need di Kabupaten Barru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Penentuan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling dimana sampel kasus sebanyak 50 orang dan kontrol sebanyak 100 orang di Kecamatan Barru. Analisis data menggunakan analis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji odds ratio untuk mengetahui besar risiko variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil: Dari delapan variabel yang diteliti, terdapat empat variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need. Hasil penelitian menunjukkan riwayat penggunaan kontrasepsi (OR=2,373), pengetahuan (OR=9,586), dukungan suami (OR=14,571), dan penerimaan informasi KB (OR=3,778) merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Sedangkan, umur, status pekerjaaan, pendidikan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian unmet need adalah riwayat penggunaan kontrasepsi, pengetahuan, dukungan suami, dan penerimaan informasi KB. Sedangkan umur, pendidikan, status pekerjaan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Bagi petugas kesehatan agar sosialisasi maupun pemberian informasi tentang KB dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Barru.
HUBUNGAN ANTARA KEKERASAN TERHADAP ANAK DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA M. Arie Rifky Syaifuddin; Rahma Rahma; Arifin Seweng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.30186

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan terhadap anak dapat berdampak buruk baik secara fisik maupun psikis pada anak. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa banyak remaja yang memiliki riwayat mengalami kekerasan berada pada risiko tinggi untuk terlibat dalam perilaku seksual. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengalaman mendapatkan kekerasan dengan perilaku seksual yang terjadi pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan cross sectional study yang dilaksanakan pada Februari – Maret 2023 di SMA Negeri 21 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah semua siswa aktif tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 1266 orang dan sampel sebanyak 308 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Continuity Correction. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 siswa/i (42,2%) memiliki perilaku seksual yang beresiko. Kekerasan psikologis (p=0,022) dan penelantaran (p=0,000) memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kekerasan fisik (p=0,205) dan kekerasan seksual (p=0,304) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kesimpulan: Kekerasan psikologis dan penelantaran memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Perlu untuk mengembangkan model pembinaan remaja yang meliputi reproduksi sebagai wadah menampung permasalahan remaja atau trauma anak yang memiliki riwayat kekerasan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA PROGRAM STUDI S-1 KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN Yuana Wira Dwi Satya Ilham Putra; Rahma Rahma; Arif Anwar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.35913

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan fenomena yang pasti dialami oleh semua manusia.Stres dalam ilmu psikologi dalah perasaan tertekan dan ketegangan mental. Stres adalah respons individu terhadap perubahan dalam situasi atau situasi yang mengancam. Mahasisawa memiliki beban akademik dan kegatan kampus lainnya menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dipenuhi dan tak jarang hal ini dapat memicu stres.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada mahasiswa Program Studi Strata-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan sampel sebanyak 307 yang dipilih secara stratiified random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 307 sampel yang diteliti terdapat 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres tinggi, 205 responden (66,8%) dengan tingkat stres sedang, dan 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres rendah. Hasil analisis lebih lanjut menggunakan uji Chi-Square dan ditemukan bahwa beban akademik (p=0,016) dan trauma masa kecil (p<0,001) berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa sedangkan jenis kelamin (p=0,298) dan usia (p=0,319) tidak berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa. Kesimpulan: Beban akademik dan trauma masa kecil merupakan faktor yang berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa Program S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Diharapkan pihak fakultas dapat melakukan pengembangan program bimbingan konseling yang lebih optimal untuk membantu mahasiswa mengatasi stres dan mengembangkan keterampilan koping yang sehat
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2023 Shalwa Safitri Abdullah; Rahma Rahma; Masni Masni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.35942

Abstract

Latar Belakang: Persalinan Prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Secara global, prematuritas merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Setiap tahun, tercatat 15 juta kelahiran prematur di seluruh dunia, dan Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah kelahiran prematur mencapai sekitar 675.700 per tahun. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh ibu bersalin pada tahun 2023 di RSUD Daya Kota Makassar dan sampel sebanyak 300 yang dipilih secara simple random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari hasil analisis lebih lanjut menggunakan odds ratio ditemukan bahwa usia ibu risiko tinggi (OR=3,61, 95% CI = 2,151-6,074), jarak kehamilan risiko tinggi (OR=4,46, 95%CI=2,606-7,647), jenis kelamin anak laki-laki (OR=2,34, 95% CI=1,420-3,886), ketuban pecah dini risiko tinggi (OR=3,17, 95% CI=1,306-7,698), preeklampsia risiko tinggi (OR=3,61 95% CI=1,577-8,306), gemeli (OR=10,47, 95% CI=1,207-90,901) merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur, sedangkan riwayat kelahiran prematur (OR=1,397, 95% CI = 0,705-2,768) bukan merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur. Kesimpulan: Usia ibu, jarak kehamilan, jenis kelamin anak, ketuban pecah dini, preeklampsia, dan gemeli merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Diharapkan ibu hamil dapat lebih memperhatikan kehamilannya dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di pusat kesehatan.
ANALISIS FAKTOR PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING KESEHATAN PRA NIKAH KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Alfiah Afifah Suroso; Apik Indarty Moedjiono; Rahma Rahma
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36035

Abstract

Latar Belakang: Skrining kesehatan pra nikah atau premarital screening adalah serangkaian tes pemeriksaan penyakit genetik dan penyakit menular untuk mencegah risiko terjadinya penyakit pada pasangan atau keturunan yang dilakukan sebelum menikah. Cakupan pemeriksaan di Kota Makassar pada tahun 2022 hanya mencapai 19% dari target 90%, dengan cakupan paling rendah di Kecamatan Tallo. Tujuan: Mengetahui adanya hubungan usia, pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan skrining kesehatan pra nikah pada calon pengantin di Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi penelitian seluruh calon pengantin wanita yang mendaftar menikah pada Kantor Urusan Agama Tallo Tahun 2024, dengan besar sampel minimal 100 calon pengantin wanita diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Sebanyak 38 (38%) dari 100 responden memanfaatkan pelayanan skrining kesehatan pra nikah. Hasil analisis bivariat Chi-Square menunjukkan variabel yang memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan skrining pra nikah yaitu usia (p: 0,010), pendidikan (p: 0,000), sumber informasi (p: 0,000), dan dukungan keluarga (p: 0,008). Kesimpulan: Pada uji bivariat, variabel usia, pendidikan, sumber informasi, dan dukungan keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan skrining kesehatan pra nikah