Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang bagi wanita dengan tingkat efektivitas yang paling tinggi dan aman dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Dalam pelaksanaan program keluarga berencana, salah satu masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya akseptor KB yang menggunakan KB MKJP salah satunya AKDR sedangkan untuk jenis KB Non MKJP cenderung meningkat. Tujuan: Mengetahui faktor risko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor KB yang tercatat di wilayah uskesmas Kaluku Bodoa sebanyak 1484 orang yang terdiri dari kasus (non AKDR) dan kontrol (AKDR). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Terdapat beberapa variabel yang merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Hasil penelitian menujukkan bahwa umur (OR=17,66), pendidikan (OR=6,80), jenis kelamin anak (OR=2,31), paritas (OR=6,57), dukungan suami (OR=53,29), keterpaparan media informasi (OR=6,58) merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Kesimpulan: Umur, pendidikan, jenis kelamin anak, paritas, dukungan suami dan keterpaparan media informasi merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR, sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar. Saran bagi pihak PLKB untuk melakukan penyuluhan agar meningkatkan kontribusi Masyarakat melalui program KB.
Copyrights © 2023