Latar Belakang: Salah satu gejala gangguan kesehatan pada tenaga kerja yang timbul akibat pekerjaan adalah kelelahan. Perasaan kelelahan yang dialami oleh tiap individu tentunya juga berbeda. Tedapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi perasaan kelelahan kerja pada tenaga kerja. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, IMT, durasi kerja, durasi tidur, stress kerja, dan beban kerja terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin dengan 124 responden. Pengambilan sampel dengan simple random sampling yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menyajikan data tabel dan narasi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa variabel usia (p=0,050), jenis kelamin (p=0,496), IMT (p=0,673), dan beban kerja (p=0,233) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perasaan kelelahan pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Sedangkan variabel masa kerja (p=0,000), durasi kerja (p=0,000), durasi tidur (0,001), dan stres kerja (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara masa kerja, durasi kerja, durasi tidur, dan stres kerja terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Sedangkan variabel usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), dan beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Diharapkan terdapat kebijakan untuk mengelola masa kerja tenaga kerja, perlu juga evaluasi kepada pekerja terkait durasi kerja, serta dapat diimplementasikan program pemberian edukasi pentingnya durasi tidur dan manajemen stres kerja.
Copyrights © 2025