Latar Belakang: World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Prevalensi hipertensi di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 33,6%, sedangkan di Kabupaten Maros, penyakit ini sering ditemukan di layanan kesehatan primer. Optimalisasi pemanfaatan layanan kesehatan menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan oleh penderita hipertensi di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel sebanyak 112 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,218), aksesibilitas (p-value= 0,487), serta persepsi sakit (p-value = 0,745) dengan pemanfaatan layanan kesehatan. Namun, terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,035), tingkat pendidikan (p-value = 0,037), kepemilikan asuransi kesehatan (p-value = 0,046), dan dukungan keluarga (p-value = 0,003) dengan pemanfaatan layanan kesehatan. Kesimpulan: Faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan pemanfaatan layanan kesehatan pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan dukungan sosial diperlukan untuk mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal.
Copyrights © 2025