Amran Razak
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Siti Sarah Dwi Maudika Lestari; Dian Saputra Marzuki; Amran Razak
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.28010

Abstract

Latar Belakang : Manajemen kesehatan adalah suatu subsistem yang menghimpun upaya administrasi kesehatan yang didukung oleh pengelolaan daya dan informasi penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengaturan hukum kesehatan yang terpadu dan saling mendukung yang berguna untuk menjamin tercapainya derajat kesehatan. Berlandaskan pada empat fungsi manajemen agar suatu organisasi dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dapat dilakukan pengelolaan limbah padat medis. Tujuan : Mengetahui gambaran manajemen pengelolaan limbah padat medis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode: Jenis penilitian ini adalah kualitatif dengan metode observasi dan in-depth interview. Jumlah informan 7 orang dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari, 1 Kepala Instalasi K3LH, 2 Staff K3LH, 3 Cleaning Service, dan 1 Perawat RS Ibnu Sina. Hasil: Manajemen di RS Ibnu Sina dalam pengelolaan limbah padat medis memiliki perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan pengawasan yang sesuai dengan peraturan PERMEN LHK No. 56 Tahun 2015, namun belum optimal. Aspek perencanaan yang jelas pada tujuannya, pengorganisasian yang memiliki standar, akan tetapi pelaksanaan yang belum maksimal seperti ditemukannya limbah yang masih tercampur dan juga belum disediakan jalur pengangkutan limbah, dan pengawasan yang maksimal berupa laporan serta evaluasi setiap bulannya. Kesimpulan: Pengelolaan limbah padat medis di RS Ibnu Sina yaitu menjaga lingkungan rumah sakit tetap bersih dan juga mencegah lingkungan rumah sakit serta orang disekitarnya tidak terkena penyakit akibat limbah padat medis.  Perencanaan yang disusun juga sudah sesuai meliputi tentang SOP yang jelas, penyediaan sarana prasarana, kebutuhan SDM yang sesuai hingga dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan limbah padat medis di RS Ibnu Sina Kota Makassar.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TURIKALE KABUPATEN MAROS Alifia Meilany Arly Lewa; Amran Razak
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.43789

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Prevalensi hipertensi di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 33,6%, sedangkan di Kabupaten Maros, penyakit ini sering ditemukan di layanan kesehatan primer. Optimalisasi pemanfaatan layanan kesehatan menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan oleh penderita hipertensi di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel sebanyak 112 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,218), aksesibilitas (p-value= 0,487), serta persepsi sakit (p-value = 0,745) dengan pemanfaatan layanan kesehatan. Namun, terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,035), tingkat pendidikan (p-value = 0,037), kepemilikan asuransi kesehatan (p-value = 0,046), dan dukungan keluarga (p-value = 0,003) dengan pemanfaatan layanan kesehatan. Kesimpulan: Faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan pemanfaatan layanan kesehatan pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan dukungan sosial diperlukan untuk mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal.