Latar Belakang: Health tourism merupakan sektor strategis yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kualitas layanan kesehatan secara simultan. Khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan, integrasi pariwisata dan kesehatan dapat menjadi pendekatan inovatif untuk memperkuat peran daerah sebagai pusat pertumbuhan kawasan timur Indonesia. Tujuan: Menganalisis persepsi dan kesiapan pelaku pariwisata dan tenaga kesehatan terhadap pengembangan health tourism di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah responden sebanyak 105 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang, baik dari sektor kesehatan maupun pariwisata. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek persepsi, pemahaman, dan kesiapan terhadap health tourism. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menilai tren dan pola jawaban. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (69,5%) memilih puskesmas sebagai layanan kesehatan utama, dan 75,2% telah memiliki asuransi kesehatan. Sebanyak 75,2% responden pernah mendengar tentang health tourism, dan 81,9% memahami pengertiannya dengan benar. Mayoritas responden menyatakan bahwa health tourism dapat meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat serta mendukung integrasi antara sektor kesehatan dan pariwisata. Sebanyak 96,2% menyatakan kesiapan jika Makassar dijadikan destinasi health tourism. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan potensi besar pengembangan health tourism di Makassar dengan dukungan dari masyarakat dan tenaga profesional.
Copyrights © 2025