Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang dapat menyebabkan terganggunya produktivitas pada penderitanya yang selanjutnya berdampak pada kualitas hidup pada penderita. Diabetes Melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Kabupaten Bone. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD Tenriawaru Bone tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 200 responden yang diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, MSPSS, GPAQ, ZSAS, serta rekam medis yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach’s alpha >0,70). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji Chi-square. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–April 2025 di RSUD Tenriawaru Bone. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pendapatan, lama menderita, komplikasi, dukungan sosial dan kecemasan berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p-value berturut-turut sebesar (p = 0,001), (p = 0,014), (p = 0,001), (p = 0,001), (p = 0,005), (p = 0,000). Sementara itu, umur, jenis kelamin, dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai (p=0,657), (p=0,495), (p=0,374). Kesimpulan: Faktor pendidikan, pendapatan, durasi penyakit, komplikasi, dukungan sosial, dan kecemasan berperan penting dalam kualitas hidup pasien DM tipe 2, sehingga perlu adanya intervensi terfokus untuk meningkatkan kesejahteraan pasien.