Ida Leida Maria
Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENELISIK KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES TIPE 2: SEBUAH STUDI DI RSUD TENRIAWARU BONE TAHUN 2024 Nabila Ramadhani Arsyad Arsyad; Ida Leida Maria
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 7 No. 1: FEBRUARY 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i1.44120

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang dapat menyebabkan terganggunya produktivitas pada penderitanya yang selanjutnya berdampak pada kualitas hidup pada penderita. Diabetes Melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Kabupaten Bone. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD Tenriawaru Bone tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 200 responden yang diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, MSPSS, GPAQ, ZSAS, serta rekam medis yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach’s alpha >0,70). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji Chi-square. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–April 2025 di RSUD Tenriawaru Bone. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pendapatan, lama menderita, komplikasi, dukungan sosial dan kecemasan berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p-value berturut-turut sebesar (p = 0,001), (p = 0,014), (p = 0,001), (p = 0,001), (p = 0,005), (p = 0,000).   Sementara itu, umur, jenis kelamin, dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai (p=0,657), (p=0,495), (p=0,374). Kesimpulan: Faktor pendidikan, pendapatan, durasi penyakit, komplikasi, dukungan sosial, dan kecemasan berperan penting dalam kualitas hidup pasien DM tipe 2, sehingga perlu adanya intervensi terfokus untuk meningkatkan kesejahteraan pasien.
ANALISIS KESIAPAN TENAGA KESEHATAN DAN PELAKU PARIWISATA DALAM MENGHADAPI WISATAWAN HEALTH TOURISM Suriah Yusdalifa; Aeni Nahdiyati; Ida Leida Maria
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.44822

Abstract

Latar Belakang: Health tourism merupakan sektor strategis yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kualitas layanan kesehatan secara simultan. Khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan, integrasi pariwisata dan kesehatan dapat menjadi pendekatan inovatif untuk memperkuat peran daerah sebagai pusat pertumbuhan kawasan timur Indonesia. Tujuan: Menganalisis persepsi dan kesiapan pelaku pariwisata dan tenaga kesehatan terhadap pengembangan health tourism di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah responden sebanyak 105 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang, baik dari sektor kesehatan maupun pariwisata. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek persepsi, pemahaman, dan kesiapan terhadap health tourism. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menilai tren dan pola jawaban. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (69,5%) memilih puskesmas sebagai layanan kesehatan utama, dan 75,2% telah memiliki asuransi kesehatan. Sebanyak 75,2% responden pernah mendengar tentang health tourism, dan 81,9% memahami pengertiannya dengan benar. Mayoritas responden menyatakan bahwa health tourism dapat meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat serta mendukung integrasi antara sektor kesehatan dan pariwisata. Sebanyak 96,2% menyatakan kesiapan jika Makassar dijadikan destinasi health tourism. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan potensi besar pengembangan health tourism di Makassar dengan dukungan dari masyarakat dan tenaga profesional.