Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menyerang anak dengan imunitas rendah dan masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang mencatat 1,08 juta kasus dan 125 ribu kematian pada tahun 2023. Provinsi Sulawesi Selatan menyumbang 23 ribu kasus, dengan Kota Makassar sebagai wilayah tertinggi (6.677 kasus). Kasus TB anak meningkat signifikan menjadi 659 kasus (9,9% dari total kasus TB), Puskesmas Tamamaung mencatat kasus TB anak terbanyak pada tahun 2023 (20 kasus) dan disusul Paccerakkang (19 kasus). Kondisi ini menunjukkan urgensi intervensi edukatif yang menarik di sekolah dasar. STOP TB Board game merupakan adaptasi dari permainan start-finish yang dimodifikasi untuk edukasi pencegahan TB pada anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh STOP TB Board game dan ular tangga terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan TB pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental dilakukan pada 172 siswa sekolah dasar di Kota Makassar dengan desain non-randomized control group pre-test post-test. Kelompok eksperimen menggunakan STOP TB Board game, sedangkan kelompok kontrol menggunakan media ular tangga. Intervensi dilakukan satu kali selama 20–30 menit. Hasil: Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan TB setelah intervensi menggunakan STOP TB Board game dibandingkan kelompok kontrol yang menggunakan media ular tangga. Kesimpulan: STOP TB Board game terbukti lebih efektif dibanding ular tangga dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan TB pada anak sekolah dasar. Instansi terkait, seperti puskesmas, dinas kesehatan, dan LSM, disarankan mengintegrasikan media ini ke dalam program UKS atau TB Goes to School sebagai strategi edukasi yang menarik dan berkelanjutan di sekolah.
Copyrights © 2025