Penulisan laporan penelitian ini di latar belakangi dari hasil pengamatan pada saat pra penelitian, ternyata kinerja pegawai pada UPTD Jaringan Irigasi Wilayah Talaga Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Majalengka masih rendah, gejala tersebut diduga terjadi karena Kepala UPTD dalam pelaksanaan motivasi belum berusaha secara optimal dalam penerapan asas-asas motivasi.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analitis, dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, dimana yang dijadikan responden adalah sebanyak 13 orang dari keseluruhan jumlah populasi yang ada pada UPTD Jaringan Irigasi Wilayah Talaga Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Majalengka, dengan menggunakan metode sensus, diperoleh hasil sebagai berikut :Dalam pelaksanaan motivasi, ternyata Kepala UPTD berdasarkan “kriteria pengukuran analisis data” baru mencapai predikat “cukup baik”. Kondisi demikian jelaa akan menghambat di dalam meningkatkan semangat kerja serta gairah kerja pegawai di dalam pelaksanaan tugasnya, yang pada akhirnya akan menghambat dalam meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini terbukti dari hasil penelitian tentang tingkat kinerja pegawai pada UPTD Jaringan Irigasi Wilayah Talaga Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Majalengka, yaitu baru berada pada interval terendah dari predikat “cukup baik”, berdasarkan “pengukuran analisis data”.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penyusun dapat menarik suatu kesimpulan, yaitu pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD yang didasarkan pada asas-asas motivasi mempunyai hubungan serta pengaruh terhadap pencapaian kinerja pegawai pada UPTD Jaringan Irigasi Wilayah Talaga Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Majalengka.
Copyrights © 2014