Indikasi lemahnya karakter ditemukan pada beberapa kasus. Upaya membangun karakter bangsa dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui pembentukan enam “profil pelajar Pancasila” yang coba dikembangkan pada peserta didik agar menjadi pembelajar sepanjang hayat, memiliki kompetensi global, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dalam mewujudkan “profil pelajar Pancasila”. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Nilai-nilai Islam yang diterapkan antara lain: kebersihan dan kesucian jiwa, ketakwaan, akhlak, dan qurani yang mempunyai kesatuan utuh dan menjadi landasan madrasah dalam melaksanakan pendidikan karakter; 2) Implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam ditekankan pada pembiasaan, seperti: berbicara dalam bahasa Jawa krama inggil, memanggil guru ustaz/ustazah, berjabat tangan, belajar mengaji dengan metode Yanbu'a, menghafal Kaifa Tusholli, menghafal doa, tahfiz, membaca buku Ngudi Susilo, salat Dhuha dan Zuhur berjamaah; 3) Profil pelajar Pancasila diwujudkan dengan: kegiatan ubudiah, pemberian pemahaman agama, keteladanan, arahan, serta pembiasaan dan pembinaan sesuai dengan masing-masing “profil pelajar Pancasila”.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Islam, “Profil Pelajar Pancasila”
Copyrights © 2024