Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh algoritma media sosial terhadap pola konsumsi informasi para jurnalis di Bangka Belitung, khususnya dalam konteks etika jurnalistik. Dengan semakin dominannya peran media sosial sebagai sumber informasi, algoritma yang digunakan platform-platform ini berpotensi memengaruhi cara jurnalis dalam memilih, mengevaluasi, serta menyajikan berita. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode indepth-interview terhadap sejumlah jurnalis lokal, penelitian ini juga menganalisis penggunaan media sosial dalam proses kerja jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial tidak hanya memengaruhi jenis informasi yang sering diakses oleh jurnalis, tetapi juga membentuk prioritas berita yang mereka liput. Filter bubble dan echo chamber ditemukan berperan dalam membatasi keberagaman sumber informasi yang dijangkau. Meskipun jurnalis memanfaatkan algoritma untuk mengidentifikasi tren berita yang relevan dengan audiens lokal, namun hal ini berpotensi mengesampingkan prinsip-prinsip dasar etika jurnalistik, seperti verifikasi informasi dan keberimbangan berita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan literasi digital yang lebih baik dan strategi editorial yang kritis untuk mengurangi bias algoritmik dalam proses jurnalistik
Copyrights © 2025