Salah satu tantangan utama dalam pelestarian warisan budaya di Bali adalah menurunnya minat generasi muda untuk mengeksplorasi aspek ontologis dari kebudayaan Bali. Masalah ini terutama terlihat pada komunitas Wangsa Pande, yang secara tradisional berperan sebagai penjaga budaya (amang budaya) dari Keris. Penurunan ini telah menyebabkan terputusnya alih pengetahuan budaya antar generasi. Di sisi lain, upaya pelestarian yang ada saat ini masih terbatas pada pendekatan unimodal, yang belum mampu mengakomodasi sifat multimodal dari warisan budaya Bali, seperti desain, ritual, naskah lontar, dan tradisi lisan (tutur). Oleh karena itu, diperlukan studi awal sebagai pembuka jalan penelitian dalam mendukung pelestarian budaya yang komprehensif, khususnya terhadap Keris Bali, dengan memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk menangani karakteristik multimodal tersebut. Studi ini mengusulkan model transformasi pengetahuan (alih wahana) melalui klasifikasi visual desain warangka (sarung keris) menggunakan Vision Transformers (ViT). ViT dipilih karena kemampuannya dalam mendukung pengembangan multimodal yang kontekstual, sehingga memungkinkan perluasan penelitian lebih lanjut. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data, augmentasi, patching, dan pemodelan. Model yang diusulkan mencapai akurasi sebesar 85%, dengan skor F1 berkisar antara 80% hingga 91% pada berbagai kategori desain warangka yang dikumpulkan.
Copyrights © 2025