Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pemilu memengaruhi keterwakilan politik perempuan di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Penelitian ini menganalisis bagaimana sistem pemilu proporsional terbuka di Indonesia mempengaruhi pencalonan perempuan serta upaya PDI-P untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui penelitian melalui buku, jurnal akademik, dan artikel yang berkaitan dengan keterwakilan perempuan. Untuk menganalisis penelitian ini menggunakan teori Arend Lijphart tentang Sistem Pemilu dan Keterwakilan dan Drude Dahlerup tentang Kuota Gender dan Afirmasi Politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proporsional terbuka membuat kandidat dalam satu partai bersaing ketat, yang seringkali menghalangi perempuan untuk terpilih. PDI-P memenuhi kuota gender dengan menggunakan metode seperti kaderisasi melalui organisasi sayap partai dan sistem zip dalam daftar calon legislatif. Tapi masalah seperti stereotip gender, budaya patriarki, dan kurangnya dukungan keuangan bagi kandidat perempuan masih menjadi tantangan besar.
Copyrights © 2025