Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep idle talk (Gerede) dalam pemikiran filsuf Martin Heidegger serta mengkaji relevansinya dalam praktik penyampaian berita di media sosial. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana fenomena komunikasi dangkal yang dijelaskan Heidegger tercermin dalam pola penyebaran informasi digital, serta bagaimana hal ini berdampak pada keautentikan eksistensial individu dalam menerima dan merespons informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan filosofis eksistensial dengan analisis kualitatif terhadap konten media sosial seperti Twitter, Facebook, dan YouTube. Penelitian ini menelaah bagaimana informasi yang beredar di platform tersebut sering kali disebarluaskan tanpa penyingkapan kebenaran yang sejati, dan lebih merupakan pengulangan tanpa refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep idle talk Heidegger sangat relevan dalam menggambarkan penyebaran berita palsu dan viral, di mana individu cenderung terjebak dalam arus informasi massal tanpa pemahaman pribadi yang mendalam. Hal ini menciptakan ilusi pemahaman yang menjauhkan individu dari realitas dan keautentikan eksistensial. Studi ini menyimpulkan bahwa budaya komunikasi digital saat ini memperkuat pola komunikasi yang dangkal dan tidak otentik, yang pada gilirannya mengaburkan batas antara informasi, kebenaran, dan pemahaman eksistensial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi refleksi kritis terhadap etika bermedia sosial dan pentingnya kesadaran dalam menyerap informasi.
Copyrights © 2025