Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan penggunaan e-money dan tiket digital melalui aplikasi GOJEK terhadap transparansi pembayaran dan inklusivitas layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan penyebaran kuesioner kepada 131 responden pengguna layanan KAI dan aplikasi GoTransit di wilayah Jakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 131 responden pengguna layanan KAI dan dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan digitalisasi pembayaran memiliki pengaruh positif terhadap transparansi transaksi, efisiensi pelayanan, dan kemudahan akses informasi bagi pengguna. Namun, kebijakan ini masih menghadapi hambatan dalam hal kesenjangan digital, terutama di kalangan lansia, kelompok berpenghasilan rendah, dan individu dengan literasi digital yang terbatas. Temuan ini menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin akses yang adil terhadap layanan digital publik melalui kebijakan inklusif, literasi digital, dan pengawasan terhadap aplikasi pihak ketiga. Kontribusi penelitian ini bagi ilmu politik terletak pada pemahaman bahwa implementasi e-government melalui kemitraan publik-swasta dalam sektor transportasi publik perlu memperhatikan aspek keadilan sosial, transparansi tata kelola, dan keterlibatan seluruh kelompok masyarakat dalam sistem pelayanan digital.
Copyrights © 2025