KURVA S JURNAL MAHASISWA
Vol 2, No 2 (2016)

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BINTANG 5 PENEKANAN PADA ARSITEKTUR HIJAU

Fitriansyah, Aidil (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Mar 2017

Abstract

Hotel merupakan salah satu pengguna energi terbesar dibandingkandengan fungsi bangunan lainnya. Maka diperlukan perencanaan dan perancangandengan konsep arsitektur hijau yang yang terpenuhi aspek teknis dan ramahterhadap alam sekitar dan lingkungannya. Dengan melakukan efisiensi energi,bangunan tersebut dapat mengambil keuntungan tanpa harus mengurangi mutupelayanan bagi para tamunya. Bangunan Hotel yang didesain akan memilikisistem alamiah (Natural System) yang diharapkan akan mampu memberikankenyamanan dan kesehatan bagi penggunanya. Kenyamanan pada bangunan erathubungannya dengan kondisi alam atau lingkungan disekitarnya dan upayapengkondisian atau pengaturan ruangan dalam bangunan. Prinsip dari Arsitektur Ekologis yang mempelajari tentang hubungantimbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya (Frick Heinz, Dasar-dasarEkoarsitektur, 1998). Prinsip-prinsip ekologi ini sering berpengaruh terhadaparsitektur. Penerapan pola 3R, yakni Reduce (mengurangi pemborosan energi),Reuse (menggunakan kembali material sisa), dan Recycle (konsep daur ulangenergi) mulai dari tahapan proses membangun sampai dengan perawatan padabangunan yang didesain. Beberapa factor-faktor dasar arsitektur yang dirumuskan dalamperancangan bangunan hotel ini dimulai dari mempertimbangkan pemilihanlokasi, orientasi sinar matahari, arah angin, mereduksi kebisingan, arah hadapbangunan, adanya pencahayaan dan penghawaan alami, pemanfaatan tenagasurya, green roof, dan rainwatersystem. Dan pada hasil rancangan bangunan dapatterpenuhi fungsi bangunan yang maksimal, sistem struktur yang diperhitungkan,dan estetika desain bentuk bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan alamsekitarnya.

Copyrights © 2016