Penerapan Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan baru di Indonesia menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran dan peran guru di satuan pendidikan. Dalam konteks ini, kemampuan guru untuk beradaptasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum. Transformasi sistem pendidikan melalui Kurikulum Merdeka bertujuan menghadirkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Sebagai pelaksana utama kurikulum di lapangan, guru dituntut untuk tidak hanya memahami isi dan tujuan kurikulum, tetapi juga mampu menyesuaikan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum tersebut. Tingkat keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan dan kemampuan guru dalam menghadapi perubahan tersebut. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten dan Hambatan dalam pelaksanaan adaptasi yang dihadapi oleh guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif deskriptif. Instrument dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis data kuantitatif desjriptif dan tabulasi silang. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar yang berjumlah 31 orang, dengan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Tenik Sensus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi guru di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten yaitu secara keseluruhan dari 4 tahapan adaptasi yang digunakan yaitu berada pada kategori tingkat tinggi, yaitru dengan hasil rekapituasi 1) Honeymoon (masa antusias awal terhadap pelaksanaanKurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat kategori tinggi dengan skor rekapitulasi dengan total skor 660, 2) Culture Shock (masa kebingungan atau keuslitan dalam adaptasi terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 658, 3) Recovery (masa penyesuaian dan pencarian solusi) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 722, 4) Adjustment masa penyesuaian penuh dan penerimaan terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 721. Dan secara keseluruhan dengan rentang interval yang sudah ditentukan tingkat adaptasi guru berada pada kategori tinggi yang artinya adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka belum maksimal. Adapun hambatan dalam pelaksanaan adaptasi yang dihadapi guru terhadap pelaksanan Kurikulum Merdeka dapatkan dari penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkaitan dengan pemahaman konsep, akses informasi, dan ketersediaan sarana pendukung.
Copyrights © 2025