Risdayati
Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COMMUNITY SOCIAL CAPITAL AS A STRATEGY TO REDUCE THE RISK OF FLOOD DISASTERS IN PELALAWAN REGENCY Rina Susanti; Achmaf Hidir; Yoskar Kadarisman; Teguh Widodo; Risdayati; Mochammad Latif Amin
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6945

Abstract

Pelalawan Regency is one of the areas most severely affected by annual flooding in Riau Province, particularly Kuala Terusan Village located at the confluence the Kampar and Batang Nilo Rivers. Despite living in a physically vulnerable area with flood heights reaching 100-180 cm annually, the community choosesremain resilient. This study aims: first, to identify elements of social capital possessed by the watershed community in Kuala Terusan Village in facing annual floods; second, to analyze the role of social capital in enhancing community capacity to reduce risks and accelerate disaster management. Using a qualitative approach with case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and focus group discussions with residents who have experienced repeated floods. The findings reveal that three dimensions of social capital social networks, collective norms and trust work synergistically as the community’s immune system. Social networks function as early warning systems through RT/RW structures, collective norms manifest in preventive mutual cooperation and collective economic strategies that transform floods into “blessings” through abundant fish catches, while high trust enables efficient asset security and aid distribution. This bottom-up strategy proves more adaptive rapid, and contextual in reducing flood risks compared to approaches solely relying on external interventions. This research contributes to expanding social capital theory in the context of recurring slow-onset disasters in rural river basin areas.
Tingkat Adaptasi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar Melva Simanjuntak; Risdayati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2696

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan baru di Indonesia menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran dan peran guru di satuan pendidikan. Dalam konteks ini, kemampuan guru untuk beradaptasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum. Transformasi sistem pendidikan melalui Kurikulum Merdeka bertujuan menghadirkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Sebagai pelaksana utama kurikulum di lapangan, guru dituntut untuk tidak hanya memahami isi dan tujuan kurikulum, tetapi juga mampu menyesuaikan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum tersebut. Tingkat keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan dan kemampuan guru dalam menghadapi perubahan tersebut. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten dan Hambatan dalam pelaksanaan adaptasi yang dihadapi oleh guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif deskriptif. Instrument dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis data kuantitatif desjriptif dan tabulasi silang. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar yang berjumlah 31 orang, dengan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Tenik Sensus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi guru di SMA Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten yaitu secara keseluruhan dari 4 tahapan adaptasi yang digunakan yaitu berada pada kategori tingkat tinggi, yaitru dengan hasil rekapituasi 1) Honeymoon (masa antusias awal terhadap pelaksanaanKurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat kategori tinggi dengan skor rekapitulasi dengan total skor 660, 2) Culture Shock (masa kebingungan atau keuslitan dalam adaptasi terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 658, 3) Recovery (masa penyesuaian dan pencarian solusi) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 722, 4) Adjustment masa penyesuaian penuh dan penerimaan terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka) tingkat adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat tinggi dengan skor 721. Dan secara keseluruhan dengan rentang interval yang sudah ditentukan tingkat adaptasi guru berada pada kategori tinggi yang artinya adaptasi guru terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka belum maksimal. Adapun hambatan dalam pelaksanaan adaptasi yang dihadapi guru terhadap pelaksanan Kurikulum Merdeka dapatkan dari penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkaitan dengan pemahaman konsep, akses informasi, dan ketersediaan sarana pendukung.