Ketersediaan lapangan pekerjaan yang sedikit terkhususnya di sektor formal membuat sebagian orang beralih ke sektor informal. Kondisi ini terjadi akibat minimnya keterampilan dan keahlian serta rendahnya jenjang pendidikan yang dimiliki. Seperti yang dilakukan masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung yang ada di Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Selain durasi kerja dalam satu minggu, kemampuan dan ketekunan pemulung dalam menemukan barang bekas yang memiliki nilai jual juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etos kerja pemulung di Desa Pandau Jaya dengan tingkat pendapatannya dengan menggunakan Teori Etika Protestan yang dikemukakan oleh Max Weber. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel sensus yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel dengan keseluruhan responden yaitu 33 pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari rekapitulasi etos kerja pemulung terhadap peningkatan pendapatan melalui empat indikator etos kerja. Indikator pertama pada berkorban untuk menyiapkan masa depan memiliki skor 662, pada indikator bersikap secara rasional dalam menghadapi kehidupan skornya 683, kerja keras 649, dan hidup hemat 777 skor ini didapatkan dari hasil jumlah seluruh jawaban dari pertanyaan masing masing indikator etos kerja yang sudah punya skala ukur masing masing dan dengan total skor keseluruhan adalah 2.771 dan total tersebut berada pada tingkat sangat tinggi.
Copyrights © 2025