Penelitian ini membahas bagaimana kolaborasi hexahelix pariwisata dalam pengembangan wisata cagar budaya di kawasan Padang Kota Tua. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran enam unsur dalam model hexahelix: pemerintah, regulasi/hukum, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar unsur hexahelix sudah terbentuk, namun masih belum optimal terutama dalam aspek koordinasi dan keberlanjutan program, kurangnya fasilitas pendukung wisata, belum optimalnya peran dari masing-masing unsur, terbatasnya pendanaan dari pemerintah untuk mendukung para akademisi dalam melakukan riset/penelitian, dan kurangnya koordinasi yang selaras antara para unsur hexahelix dalam pengembangan wisata Padang Kota Tua. Untuk itu diperlukan perencanan dan forum komunikasi berkelanjutan antar unsur untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi hexahelix
Copyrights © 2025