Masalah pengelolaan sampah di Kota Bandung mendorong diterbitkannya Peraturan Daerah No. 09 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan tersebut di Kelurahan Kebon Jayanti menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan dari Dinas Lingkungan Hidup, aparatur kelurahan, ketua RW, dan warga di RW 05, RW 07, dan RW 10. Hasil penelitian menunjukkan adanya hambatan dalam enam variabel utama, yaitu ketidakjelasan standar dan sasaran, keterbatasan sumber daya, karakteristik pelaksana yang tidak merata, lemahnya komunikasi antar lembaga, disposisi pelaksana yang bervariasi, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. RW 07 menjadi contoh keberhasilan relatif karena dukungan kelembagaan dan partisipasi aktif warga. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh kejelasan arah, kesiapan pelaksana, serta kecukupan sumber daya. Keselarasan ketiga aspek tersebut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di tingkat lokal dan mewujudkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025