Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap kehidupan dan kesejahteraan petani, dengan menyoroti perubahan ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan yang terjadi di tingkat lokal. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melibatkan 30 informan yang terdiri atas petani, tokoh masyarakat, dan aparat desa di wilayah yang terdampak alih fungsi lahan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen kebijakan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarfenomena sosial yang muncul.Hasil penelitian menunjukkan tiga dampak utama dari alih fungsi lahan. Pertama, dari aspek ekonomi, sebagian petani memang memperoleh keuntungan sementara dari penjualan lahan, tetapi mayoritas kehilangan sumber pendapatan utama setelah tidak lagi memiliki lahan untuk berproduksi. Kedua, dari aspek sosial, terjadi perubahan identitas dan status sosial petani, di mana banyak yang beralih profesi menjadi buruh di lahan yang sebelumnya mereka miliki. Ketiga, dari aspek ketahanan pangan, berkurangnya lahan pertanian menyebabkan penurunan kapasitas produksi pangan lokal dan meningkatnya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar wilayah. Secara keseluruhan, transformasi agraria melalui alih fungsi lahan di kawasan penelitian cenderung melemahkan, bukan memperbaiki, kesejahteraan petani. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya implementasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan yang berpihak pada petani serta program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas adaptif mereka dalam menghadapi perubahan penggunaan lahan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025