Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Agraria: Alih Fungsi Lahan Pertanian dalam Perspektif Kesejahteraan Petani di Provinsi Sumatera Selatan Sudarti Sudarti; Aisah Aisah; Serly Novita Sari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap kehidupan dan kesejahteraan petani, dengan menyoroti perubahan ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan yang terjadi di tingkat lokal. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melibatkan 30 informan yang terdiri atas petani, tokoh masyarakat, dan aparat desa di wilayah yang terdampak alih fungsi lahan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen kebijakan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarfenomena sosial yang muncul.Hasil penelitian menunjukkan tiga dampak utama dari alih fungsi lahan. Pertama, dari aspek ekonomi, sebagian petani memang memperoleh keuntungan sementara dari penjualan lahan, tetapi mayoritas kehilangan sumber pendapatan utama setelah tidak lagi memiliki lahan untuk berproduksi. Kedua, dari aspek sosial, terjadi perubahan identitas dan status sosial petani, di mana banyak yang beralih profesi menjadi buruh di lahan yang sebelumnya mereka miliki. Ketiga, dari aspek ketahanan pangan, berkurangnya lahan pertanian menyebabkan penurunan kapasitas produksi pangan lokal dan meningkatnya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar wilayah. Secara keseluruhan, transformasi agraria melalui alih fungsi lahan di kawasan penelitian cenderung melemahkan, bukan memperbaiki, kesejahteraan petani. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya implementasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan yang berpihak pada petani serta program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas adaptif mereka dalam menghadapi perubahan penggunaan lahan secara berkelanjutan.
Analisis Pendapatan dan Kontribusi Terhadap Pendapatan Keluarga (Studi Kasus Usaha Ternak Bebek Peking Bapak H. Saipulloh) Lucky Pratama; Mahidi Fahmie; Sudarti Sudarti; Ary Eko Prastya Putra
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1032

Abstract

Usaha ternak bebek Peking merupakan salah satu kegiatan agribisnis yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga peternak melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara optimal. Keberhasilan usaha tersebut dipengaruhi oleh kemampuan peternak dalam mengelola biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta memperoleh keuntungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan usaha ternak bebek Peking serta kontribusinya terhadap pendapatan keluarga pada usaha milik Bapak H. Saipulloh di Desa Sukosari, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan penerimaan, biaya produksi, pendapatan, titik impas produksi, titik impas harga, dan kontribusi pendapatan terhadap pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak bebek Peking menghasilkan penerimaan sebesar Rp23.750.000 per minggu dengan total biaya produksi sebesar Rp 18.970.148 per minggu sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 4.779.852 per minggu. Produksi aktual sebanyak 475 ekor berada di atas titik impas produksi sebanyak 380 ekor, sedangkan harga jual sebesar Rp50.000 per ekor lebih tinggi dibandingkan titik impas harga sebesar Rp 39.937 per ekor. Kontribusi pendapatan usaha ternak bebek Peking terhadap total pendapatan keluarga sebesar 54,67 persen yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, usaha ternak bebek Peking layak dipertahankan dan dikembangkan karena mampu memberikan keuntungan serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga peternak.