Kontestasi Pilkada Banten 2024 menunjukkan dinamika politik menarik ketika pasangan Andra Soni–Dimyati berhasil mengungguli dominasi figur populer Airin Rachmi Diany yang memiliki popularitas dan pengalaman politik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dan marketing politik yang digunakan Andra–Dimyati dalam membangun elektabilitas di tengah persaingan dengan kandidat yang lebih dikenal publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap sumber akademik, pemberitaan media, dan dokumen resmi. Analisis difokuskan pada lima dimensi strategi kampanye berdasarkan Political Marketing Theory Jennifer Lees-Marshment: riset pasar politik untuk membaca kebutuhan pemilih, perumusan isu lokal menjadi agenda kampanye, penentuan positioning sebagai figur bersih dan bebas dinasti politik, penguatan branding berbasis integritas dan kedekatan sosial, serta pembentukan relasi jangka panjang melalui jaringan relawan dan tokoh lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi strategi tersebut berhasil mengalihkan fokus pemilih dari popularitas kandidat menuju kredibilitas program, konsistensi pesan, dan empati sosial. Pendekatan ini menegaskan pentingnya strategi berbasis riset, isu lokal, dan komunikasi dua arah dalam membangun kepercayaan publik. Secara keseluruhan, kemenangan Andra–Dimyati merepresentasikan keberhasilan penerapan strategi komunikasi politik yang terencana, inklusif, dan berorientasi pada aspirasi masyarakat, sekaligus memperkuat relevansi Political Marketing Theory dalam memahami dinamika kampanye politik kontemporer di Indonesia.
Copyrights © 2025