Tulisan ini mengkaji ekologi sebagai basis konseptual dalam menjaga dan melindungi alam sebagai pilar pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dengan pendekatan teologis dan ekologis. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara nilai-nilai spiritualitas ekologi dan tindakan nyata dalam menjaga alam. Spiritualitas ekologi mendorong manusia hidup selaras dengan ciptaan melalui prinsip kesakralan alam, keadilan ekologis, dan kesederhanaan hidup. Implementasinya terlihat dalam praktik liturgi ramah lingkungan, pendidikan dan katekese ekologis, aksi komunitas, dan advokasi publik terhadap kebijakan lingkungan. Integrasi spiritualitas ekologi dengan kearifan lokal, seperti sistem hutan larangan, sasi, dan subak, memperkuat kesadaran ekologis yang kontekstual, menghubungkan iman, budaya, dan lingkungan. Pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab ekologis, tetapi juga panggilan iman untuk mewujudkan keutuhan ciptaan dan keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat paradigma keberlanjutan yang berlandaskan nilai teologis, etis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekologi sebagai basis konseptual dalam menjaga dan melindungi alam sebagai pilar pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dari perspektif teologis dan ekologis.
Copyrights © 2025