Penelitian ini bertujuan menganalisis peran gereja sebagai Tubuh Kristus dalam menghadapi tantangan globalisasi, khususnya bagaimana gereja tetap relevan sekaligus mewujudkan kasih Allah di tengah masyarakat modern. Dalam era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterbukaan budaya, gereja menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai persekutuan orang percaya (Ekklesia tou Theou). Gereja dipanggil untuk menjalankan tri-tugas panggilannya koinonia, diakonia, dan marturia secara utuh dan kontekstual agar tetap menjadi tanda kehadiran Kristus di dunia yang berubah cepat. Globalisasi membawa peluang bagi gereja untuk memperluas pelayanan, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa sekularisasi, hedonisme, dehumanisasi, dan relativisme moral. Oleh karena itu, gereja harus mampu menafsirkan kembali imannya secara kreatif dan teologis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia masa kini, tanpa kehilangan kebenaran Injil. Gereja diutus bukan untuk menolak perubahan, tetapi untuk mentransformasikannya menjadi sarana pewartaan kasih Kristus. Dalam konteks ini, gereja perlu mengembangkan diakonia yang bersifat transformatif, keterbukaan terhadap dialog lintas iman, serta sikap kritis terhadap dampak sosial dan ekologis globalisasi. Dengan demikian, eksistensi gereja sebagai Tubuh Kristus tetap terjaga sebagai komunitas iman yang hidup, dinamis, dan misioner di tengah arus global yang kompleks.
Copyrights © 2026