Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana program magang bersertifikat mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa serta mengidentifikasi kendala utama dalam pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini mengintegrasikan Teori Modal Manusia dan Teori Implementasi Kebijakan untuk menilai manfaat program sekaligus menelaah aspek tata kelola yang memengaruhi hasilnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa program MBKM memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, dan kesiapan kerja mahasiswa. Meski demikian, efektivitas program belum optimal karena masih ditemukan ketidaksesuaian penempatan magang, lemahnya sistem bimbingan, keterbatasan infrastruktur digital, serta kurangnya koordinasi antara perguruan tinggi dan mitra industri. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas program sangat bergantung pada kualitas tata kelola, kejelasan komunikasi kebijakan, dan ketersediaan sumber daya pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pendampingan, peningkatan kapasitas mitra, dan digitalisasi manajemen magang merupakan langkah penting untuk mendukung keberlanjutan dan keberhasilan program dalam meningkatkan daya saing lulusan.
Copyrights © 2026