Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah menguatnya polarisasi politik identitas dalam masyarakat multikultural. Polarisasi politik identitas yang semakin menajam dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya memengaruhi stabilitas sosial dan politik, tetapi juga mengganggu relasi antarwarga, melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi, serta menghambat kolaborasi lintas kelompok. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi bentuk-bentuk utama polarisasi yang muncul, seperti segregasi sosial berdasarkan etnis dan agama, meningkatnya ujaran kebencian, serta menguatnya kompetisi simbolik yang membatasi ruang dialog dan perjumpaan antaridentitas. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami bagaimana polarisasi politik identitas mempengaruhi kohesi sosial masyarakat, serta merumuskan strategi mitigatif yang dapat ditempuh oleh pemerintah, organisasi keagamaan, komunitas sipil, dan lembaga pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya rekonstruksi budaya dialog, pembangunan jejaring lintas identitas, serta penguatan literasi sosial dan politik guna meminimalkan potensi konflik serta meningkatkan resiliensi sosial. Selain itu, penelitian ini bertujuan menawarkan model pendekatan yang dapat digunakan sebagai acuan kebijakan dalam menciptakan ruang publik yang inklusif, demokratis, dan anti-diskriminatif. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengayaan kajian akademik mengenai dampak polarisasi politik identitas serta menyediakan landasan konseptual bagi upaya transformasi sosial yang berkelanjutan dalam masyarakat plural.
Copyrights © 2026