Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja operasional barbershop melalui penerapan pendekatan Supply Chain Management (SCM) dan Manajemen Produksi. Sebagai unit usaha berbasis jasa, barbershop menuntut proses operasional yang efektif untuk menjaga kepuasan pelanggan, mengurangi waktu tunggu, mengoptimalkan persediaan bahan habis pakai, serta memastikan konsistensi layanan (Kotler & Keller, 2016). Analisis penelitian mencakup beberapa elemen utama, antara lain manajemen pemasok, aliran persediaan, perancangan proses layanan, penjadwalan, serta pengelolaan kapasitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip SCM dengan perangkat manajemen produksi mampu meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan pemanfaatan sumber daya secara signifikan (Heizer, Render, & Munson, 2020). Rekomendasi yang diberikan meliputi penguatan hubungan dengan pemasok, penerapan prosedur layanan yang terstandarisasi, pengembangan sistem penjadwalan yang lebih efektif, serta pemanfaatan indikator kinerja untuk mendukung proses perbaikan berkelanjutan.
Copyrights © 2025