Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai aktor diplomasi budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola program, dosen pengajar, serta mahasiswa Darmasiswa asal Australia yang mengikuti pembelajaran seni dan budaya di ISBI Bandung. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep soft power, diplomasi budaya, dan peran aktor non-negara dalam hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISBI Bandung berperan sebagai aktor non-negara yang efektif dalam pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia melalui pendekatan pembelajaran seni berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Program Darmasiswa RI tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran budaya, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk persepsi positif mahasiswa Australia terhadap Indonesia, khususnya terkait nilai-nilai budaya, identitas nasional, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Melalui interaksi intensif antara mahasiswa asing, pengajar, dan lingkungan lokal, ISBI Bandung menciptakan ruang interkultural yang mendukung pemahaman lintas budaya. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain hambatan komunikasi lintas budaya, keterbatasan fasilitas pendukung, serta strategi promosi program yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan seni sebagai aktor non-negara dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Copyrights © 2026