Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PARADIGMA E-DIPLOMACY: FORMULASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SOFT POWER DIPLOMACY Tri Darmawan Adimihardja; Gunawan Undang; Tom Finaldin
Global Mind Vol 4, No 1 (2022): Hubungan Internasional
Publisher : Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.871 KB) | DOI: 10.53675/jgm.v4i1.991

Abstract

Along with the industrial revolution (IR) 4.0, digital diplomacy or e-diplomacy is a necessity. However, these studies are still not widely developed. This article attempts to explain it – albeit with a very limited scope – from a public policy perspective. By using descriptive-qualitative method, the data source of this study was obtained from literature study. The results of the study show that e-diplomacy 4.0 is one part of the discipline of international relations, especially soft power diplomacy. After entering the early phase of society 5.0, diplomacy study actors have the opportunity to be more open to combining the two. Thus, a new paradigm is needed as the development of a conceptual framework for the study of international relations that develops in a multidisciplinary manner. The contribution of this article is the Paradigm Conceptual Framework of E-Diplomacy 4.0 and Society 5.0 as an effort towards e-diplomacy policy formulation. Through this paradigm, it is hoped that it will have implications for policy formulation efforts – by the government as a public policy actor – so that the participation and innovation of public soft power diplomacy in the digital field is more developed.Keywords: e-diplomacy paradigm – policy formulation – soft diplomacy 
Penguatan Diplomasi Budaya Indonesia Jepang Melalui Seni Pertunjukan Tradisional Pada Indonesia–Japan Friendship Festival 2024 Fadilah Affwa; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran seni pertunjukan tradisional Indonesia sebagai instrumen diplomasi budaya dalam Indonesia–Japan Friendship Festival 2024 serta mengidentifikasi kendala dan strategi penguatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dan studi lapangan yang meliputi wawancara semi-terstruktur dengan pelaku seni dan penyelenggara festival, observasi langsung selama pelaksanaan kegiatan, serta analisis dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan tradisional berperan efektif dalam membangun citra positif Indonesia dan memperkuat interaksi people-to-people antara masyarakat Indonesia dan Jepang. Seni pertunjukan berfungsi sebagai media komunikasi lintas budaya yang mampu menyampaikan nilai, identitas, dan keberagaman budaya Indonesia secara non-verbal dan emosional kepada audiens Jepang. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa optimalisasi peran seni pertunjukan tradisional masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya, tantangan teknis penyelenggaraan pertunjukan, serta minimnya dukungan institusional yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa seni pertunjukan tradisional memiliki potensi besar sebagai aset diplomasi budaya Indonesia, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan pemerintah dan perwakilan diplomatik Indonesia, peningkatan kolaborasi lintas komunitas budaya Indonesia–Jepang, serta inovasi dalam pengemasan seni pertunjukan tradisional agar lebih adaptif terhadap audiens internasional.
Peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai Aktor Diplomasi Budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI Sekar Rahayu; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3566

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai aktor diplomasi budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola program, dosen pengajar, serta mahasiswa Darmasiswa asal Australia yang mengikuti pembelajaran seni dan budaya di ISBI Bandung. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep soft power, diplomasi budaya, dan peran aktor non-negara dalam hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISBI Bandung berperan sebagai aktor non-negara yang efektif dalam pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia melalui pendekatan pembelajaran seni berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Program Darmasiswa RI tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran budaya, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk persepsi positif mahasiswa Australia terhadap Indonesia, khususnya terkait nilai-nilai budaya, identitas nasional, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Melalui interaksi intensif antara mahasiswa asing, pengajar, dan lingkungan lokal, ISBI Bandung menciptakan ruang interkultural yang mendukung pemahaman lintas budaya. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain hambatan komunikasi lintas budaya, keterbatasan fasilitas pendukung, serta strategi promosi program yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan seni sebagai aktor non-negara dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Kerjasama Amorepacific dan Waste4change Dalam Pengelolaan Sampah di Sungai Citarum 2024 Syalwa Natasya; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3568

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kerja sama serta menilai efektivitas kolaborasi antara Amorepacific dan Waste4Change dalam pengelolaan sampah plastik di Sungai Citarum pada tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, analisis dokumen program, laporan organisasi, publikasi media, serta wawancara dengan pihak terkait, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari peraktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mengadopsi pendekatan ekonomi sirkular dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program yang dijalankan meliputi aksi bersih - bersih sungai, edukasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah bernilai tinggi dan rendah, serta pemanfaatan sampah plastik menjadi produk alternatif seperti papan plastik. Kolaborasi ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat, pengurangan sampah plastik di kawasan Sungai Citarum, serta penguatan praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala, antara lain keterbatasan dukungan pemerintah, rendahnya keberlanjutan program, fluktuasi nilai ekonomi sampah daur ulang, serta belum adanya indikator capaian jangka panjang yang terukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama antara sektor swasta dan organisasi lingkungan memiliki potensi strategis dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan diplomasi lingkungan di Indonesia, tetapi memerlukan penguatan kebijakan, koordinasi multipihak, dan kesinambungan program agar memberikan dampak yang lebih optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sampah kolaboratif yang melibatkan perusahaan multinasional, organisasi lingkungan, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal guna memperkuat tata kelola lingkungan dan keberlanjutan program.    
Gastro Diplomasi Indonesia dalam Memperkuat Citra Mie Sedaap di Korea Selatan Haura Rachman; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan citra produk Mie Sedaap di Korea Selatan pasca-isu penarikan produk di sejumlah pasar internasional, serta memahami respons konsumen dan upaya perusahaan dalam mempertahankan citra merek di tengah persaingan dengan produk mi instan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi media sosial serta studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel daring yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi gastrodiplomasi yang dijalankan Mie Sedaap melalui kolaborasi dengan idol Korea Selatan, Choi Siwon, sebagai duta merek memiliki peran signifikan dalam meningkatkan visibilitas dan memperkuat citra produk di pasar Korea Selatan. Kehadiran figur publik dengan tingkat popularitas dan kredibilitas tinggi mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumen lokal serta meningkatkan kepercayaan terhadap produk mi instan asal Indonesia. Selain itu, strategi komunikasi merek yang adaptif, terutama melalui pemanfaatan platform digital dan media sosial, memungkinkan Mie Sedaap merespons isu penarikan produk secara cepat dan terukur. Respons tersebut berkontribusi dalam meredam persepsi negatif serta menjaga stabilitas citra merek di tengah dinamika opini publik. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan diplomasi publik berbasis konsumen yang dilakukan Mie Sedaap mampu memperkuat loyalitas konsumen dan mempertahankan eksistensi merek di pasar Korea Selatan. Strategi gastrodiplomasi yang terintegrasi dengan pemasaran global dan komunikasi krisis terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing Mie Sedaap terhadap produk mi instan lokal. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa gastrodiplomasi menjadi instrumen strategis dalam penguatan citra merek dan pengelolaan reputasi produk Indonesia di pasar internasional.
Economic Diplomacy Strategies for Agricultural Development and International Trade: An Exploratory Systematic Review Diah Apriliani; Tom Finaldin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.102424

Abstract

This exploratory systematic review provides the first comprehensive examination of research at the intersection of economic diplomacy and agricultural development. Following PRISMA 2020 guidelines, 423 Scopus records were systematically screened, with 127 studies meeting inclusion criteria for analysis using the Mixed Methods Appraisal Tool. The review identified four distinct research clusters: agricultural trade promotion and export development (35.4%), international cooperation and diplomatic initiatives (25.2%), market access and competitiveness strategies (22.0%), and policy analysis and institutional frameworks (17.3%). Geographic analysis revealed substantial focus on developing countries (78.7%), particularly in Asia (42.5%) and Africa (31.5%), addressing a critical gap in understanding economic diplomacy applications in these contexts. Integrated multi-stakeholder approaches showed promising outcomes for enhancing agricultural trade competitiveness. However, significant methodological limitations constrain findings. The predominance of case study designs, limited experimental research, and restriction to English-language Scopus-indexed publications limit both comprehensiveness and the strength of causal inferences about intervention effectiveness. Practically, policymakers in developing countries should prioritize multi-stakeholder diplomatic frameworks integrating agricultural ministries, trade promotion agencies, and private sector actors to enhance export competitiveness. Additionally, development agencies and researchers must invest in rigorous experimental studies to build evidence-based guidelines for economic diplomacy interventions, moving beyond descriptive approaches to establish what works and under what conditions. This foundation enables future comprehensive reviews and targeted empirical investigation in this emerging interdisciplinary field.
Kerja Sama Internasional UPI dan Yatu Study Abroad of Beijing Program Pascasarjana : Penelitian Muhammad Rully Febriansyah; Tom Finaldin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5405

Abstract

Kerja sama akademik antar-universitas merupakan instrumen krusial dalam internasionalisasi pendidikan tinggi di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kolaborasi antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Yatu Study Abroad of Beijing pada program Magister dan Doktor tahun 2022. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi dokumen MoU dan wawancara mendalam dengan Kepala Sekretariat Humas UPI. Analisis dilakukan dengan teori Kerja Sama Internasional Kenneth A. Oye (1986) dan konsep Soft Power Joseph Nye (2004) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan ini berhasil meningkatkan mobilitas akademik dan memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia-Tiongkok melalui pembukaan kuota awal dua kelas per prodi. Namun, ditemukan tantangan signifikan berupa perbedaan sistem kurikulum, hambatan bahasa, dan kompleksitas regulasi visa studi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan mitigasi melalui program matrikulasi budaya dan sinkronisasi kurikulum menjadi kunci keberlanjutan program.