Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak merger dan akuisisi (M&A) terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor non-keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2021–2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian mencakup 24 perusahaan yang melakukan aksi M&A. Variabel kinerja keuangan yang dianalisis meliputi Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Return on Assets (ROA). Pengujian dilakukan menggunakan paired sample t-test karena data berdistribusi normal berdasarkan hasil uji Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada rasio likuiditas (CR) dan profitabilitas (ROA) sebelum dan sesudah M&A, di mana CR mengalami peningkatan sementara ROA cenderung menurun. Pada rasio solvabilitas (DER), tidak ditemukan perubahan yang signifikan, yang mengindikasikan adanya peningkatan penggunaan utang setelah pelaksanaan M&A. Sementara itu, rasio aktivitas (TATO) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, yang mencerminkan bahwa efisiensi penggunaan aset belum mengalami perubahan yang berarti pada periode pasca M&A. Temuan ini mengindikasikan bahwa M&A lebih berdampak pada aspek likuiditas dan struktur permodalan perusahaan, sedangkan pengaruhnya terhadap efisiensi operasional relatif terbatas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan dan investor dalam pengambilan keputusan strategis serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dengan cakupan variabel yang lebih luas dan periode pengamatan yang lebih panjang.
Copyrights © 2026