Penelitian ini menganalisis tata kelola administrasi persediaan dan pengarsipan nota penjualan pada pedagang sayur di Kota Pagar Alam guna mengeksplorasi pengelolaan informasi keuangan di pasar tradisional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi dan wawancara mendalam di Pasar Dempo Permai dan Terminal Nendagung. Hasil kajian mengungkap meluasnya fenomena "Manajemen Dompet Tunggal", di mana pencampuran dana usaha dan domestik memicu erosi modal yang sulit terdeteksi. Dalam aspek administrasi dokumen, terjadi marginalisasi nota yang hanya dianggap instrumen transaksi sementara, sehingga menciptakan celah informasi dalam melacak fluktuasi harga dan margin laba. Lebih lanjut, pengelolaan persediaan cenderung mengabaikan prinsip First-In-First-Out (FIFO) demi menjaga estetika visual dagangan, yang mengakibatkan normalisasi angka penyusutan barang mencapai 15% hingga 20%. Secara menyeluruh, praktik administrasi pedagang bersifat konvensional dan adaptif-reaktif dengan mengutamakan rasionalitas operasional di atas ketertiban formal. Ketiadaan data historis serta kelemahantata kelola keuangan ini menjadi hambatan struktural bagi eskalasi usaha mikro menuju skala yang lebih profesional. Temuan ini menegaskan urgensi pendampingan literasi keuangan dan digitalisasi pencatatan sederhana untuk memperkuat daya saing ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Copyrights © 2026