Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial yang terdapat dalam pelaksanaan tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng di Banjar Adat Banyuning Tengah. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang masih dipertahakan hingga saat ini dan dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan adat yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh masyarakat, kelian adat, lurah, serta pemuda yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng terdapat berbagai bentuk interaksi sosial, di antaranya kerja sama, akomodasi, dan persaingan. Kerja sama terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam mempersiapkan hingga sampai penutup piodalan Pura Gede Pemayun. Sementara, akomodasi tampak terlihat dari sikap saling memahami antar peserta agar kegiatan tetap berlangsung dengan aman dan tertib. Persaingan tercermin dalam permainan yang dilakukan secara sportif dan penuh kegembiraan tanpa menimbulkan konflik. Melalui interaksi tersebut, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Banjar Adat Banyuning Tengah.
Copyrights © 2026