Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi sosial dan budaya mahasiswa afirmasi Papua di lingkungan kampus Universitas Riau serta mengidentifikasi hambatan yang mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa afirmasi Papua sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan berbagai strategi adaptasi seperti menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulan kampus, membangun komunikasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah, serta memperkuat solidaritas sesama mahasiswa Papua. Proses adaptasi juga terlihat dalam penyesuaian bahasa komunikasi, kebiasaan sosial, serta aktivitas akademik di lingkungan kampus. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi mahasiswa, antara lain perbedaan bahasa dan logat, keterbatasan ekonomi, serta perbedaan latar belakang budaya. Dalam perspektif teori adaptasi John W. Bennett, adaptasi dipahami sebagai proses dinamis individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan budaya yang baru melalui interaksi, pembelajaran, dan strategi sosial tertentu. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dari sesama mahasiswa serta lingkungan pertemanan di kampus berperan penting dalam membantu mahasiswa afirmasi Papua mengatasi hambatan adaptasi dan mendukung keberhasilan mereka dalam menjalani kehidupan akademik di perguruan,tinggi.
Copyrights © 2026